UJI TAK RUSAK

Pengujian Tidak Merusak atau Inspeksi Tidak Merusak adalah metode untuk mendeteksi ketidaksempurnaan atau kekurangan pada dan / atau permukaan suatu bahan atau komponen, tanpa merusak, mengurangi, atau mengubah fungsi yang dimaksudkan. Beberapa metode NDT memiliki kemampuan untuk menguji atau menguji material baik dalam kondisi operasional (in-service) dan in-situ

1. Visual Examination

Pengujian Visual diterapkan untuk mendeteksi ketidaksempurnaan atau kekurangan pada permukaan material / komponen dengan Visual Examine atau untuk ditingkatkan secara visual menggunakan probe kamera boroskop untuk menjangkau area bagian dalam komponen seperti tabung, pipa, selubung mesin.

Keuntungan :
Ujian visual adalah metode paling sederhana untuk memeriksa kekurangan dalam suatu komponen. Hasil pengujian dapat diperoleh segera setelah pengujian dan dapat disimpan dalam bentuk file gambar foto atau video.

Batasan:
Efektivitas inspeksi bergantung pada pengalaman Inspektur dan kepekaan visual. Area inspeksi hanya terbatas pada permukaan komponen.

Pengujian visual menggunakan alat berupa kamera mini fleksibel dengan panjang bervariasi dari 5 meter hingga 30 meter, yang dapat digunakan untuk melihat permukaan bagian dalam komponen casing, tabung atau pipa.

2. Thermal Imager / Infra Red Camera

hermal Imager menggunakan kamera infra merah yang mendeteksi gelombang infra merah yang dihasilkan dari suhu permukaan komponen. Perbedaan suhu diubah menjadi perbedaan panjang gelombang yang ditangkap oleh sensor inframerah. Dengan mengetahui gambaran perbedaan panas permukaan suatu komponen maka dapat diestimasikan adanya operasi bagian-bagian komponen yang tidak normal, misalnya terdapat gesekan / getaran berlebih yang menyebabkan panas, kerusakan isolator pelindung, komponen mesin terlalu panas. , penipisan (penipisan ketebalan), dan anomali lainnya. Selanjutnya pada bagian yang mengalami anomali termal, dengan metode NDT / NDE lainnya dilakukan pemeriksaan yang lebih spesifik untuk mengetahui tingkat kerusakan dan penyebab yang telah terjadi.

Keuntungan :
Anomali pada komponen dapat dideteksi dengan cepat tanpa harus memeriksa komponen satu per satu sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kegagalan.

3. Magnetic Test

Uji Magnet dilakukan dengan cara mengaplikasikan medan magnet pada material, kemudian disemprotkan atau disiram dengan serbuk besi. Jika ada cacat permukaan pada material, besi akan terkumpul di area tersebut.

Keuntungan
Hasil tes bisa langsung didapatkan, dokumentasi berupa foto.

Keterbatasan:
Hanya bisa mengecek permukaan material dan hanya bisa dilakukan pada material feromagnetik.

4. Penetrant Test

Penetrant Test adalah teknik pengujian yang menggunakan prinsip kapiler. Digunakan untuk memeriksa cacat yang terpapar ke permukaan dan pada bahan yang tidak berpori.

Keuntungan:
Dapat digunakan untuk mendeteksi cacat pada permukaan dan hasilnya dapat langsung diamati. Dokumentasi foto.

Limitasi:
Tidak bisa diaplikasikan pada material berpori.

5. Eddy Current Test

Dalam Uji Arus Eddy, arus listrik dihasilkan dalam bahan konduktif oleh medan magnet penginduksi. Saat melewati suatu cacat, medan magnet akan terputus sehingga terjadi perubahan arus. Perubahan arus ini menunjukkan adanya kerusakan.

Keuntungan:
Dapat digunakan untuk mendeteksi cacat pada permukaan dan bawah permukaan material. Hasil tes bisa langsung diamati.

Limitasi
Tidak dapat mendeteksi cacat yang sejajar dengan probe.

6. Ultrasonic Test

Ultrasonic Test merupakan teknik pengujian dengan mendeteksi gelombang ultrasonik yang dipantulkan oleh material dan ditampilkan di CRT sebagai pulsa vertikal (Scan A).

Keuntungan
Dapat digunakan untuk mendeteksi cacat pada material volumetrik, pengecoran dan pengelasan tempa (lokasi, dimensi dan indikasi kerusakan) dan ketebalan material. Hasil tes bisa langsung diamati.

Limitasi
Tidak dapat mendeteksi cacat yang sejajar dengan arah gelombang yang datang.

7. Radiography Test

Pengujian Radiografi merupakan suatu teknik pengujian dengan cara menyinari bahan dengan radiasi (Sinar X / Gamma) yang hasilnya direkam pada sebuah film.

Keuntungan:
Dapat digunakan untuk mendeteksi cacat pada permukaan, material bawah permukaan dan volumerik (lokasi, dimensi dan indikasi kerusakan) dan ketebalan material.

Keterbatasan:
Hasil pengujian tidak dapat diamati secara langsung, untuk itu diperlukan proses pencucian film.

8. XRS – 3 Portable X-Ray Generator

XRS – 3 Portable X-Ray Generator adalah alat Generator
Sinar-X Generasi Berikutnya. Yang mana alat ini sangat aman untuk lingkungan sekitar, eksposurnya rendah (2 meter ≤ 2.5 mR / jam), sehingga bisa digunakan walaupun ada pekerja lain disekitarnya. Penggunaan film adalah menggunakan gambar digital yang langsung disimpan di memori komputer. Karena tidak menggunakan film industri biasa maka hasil Radiograf tidak membutuhkan ruangan yang gelap untuk pengerjaannya.